Sejarah

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Getsempena Lhoksukon berdiri sejak 8 Juli 2008, berdasarkan Surat Keputusan Dirjen DIKTI Nomor: 120/D/O/2008, ditandatangani oleh Dirjen Dikti Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Fasli Jalal. Pada awal pendirian sekolah tinggi ditahun 2008, PS yang diselenggarakan oleh STIKes Getsempena Lhoksukon ada 2 yaitu S1 Ilmu Keperawatan dan D-III Kebidanan.Untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan kesehatan, pada tahun 2017 STIKes Getsempena Lhoksukon mengajukan akreditasi pada PS Ilmu Keperawatan dan D-III Kebidanan. Berdasarkan SK PENGURUS PERKUMPULAN LEMBAGA AKREDITASI MANDIRI PENDIDIKAN TINGGI KESEHATAN INDONESIA (PERKUMPULAN LAM PT-Kes) dengan Nomor: 0408/LAM-PTKes/Akr/Sar/VII/2O17 dinyatakan bahwa akreditasi PS Ilmu Keperawatan mendapat status berperingkat B. Sementara, PS D-III Kebidanan berdasarkan SK PERKUMPULAN LAM PT-Kes dengan nomor: 0382/LAM-PTKes/Akr/Dip/VI/2017 juga mendapatkan status berperingkat B. Pada tahun 2017 STIKes Getsempena Lhoksukon juga melakukan pengajuan untuk menyelenggarakan PS Profesi Ners dan mendapatkan izin pembukaan berdasrkan SK Kemenristedikti dengan nomor: 599/KPT/I/2018. Selanjutnya,pada tahun 2018 Getsempena Lhoksukon juga melakukan pengajuan untuk menyelenggarakan PS Pendidikan Profesi Kebidanan dan mendapatkan izin pembukaan berdasarkan SK Kemenristedikti dengan nomor: 168/KPT/I/2019. Peningkatan status akreditasi PS dan pembukaan PS baru ini bertujuan untuk meningkatkan mutu dan kualitas STIKes Getsempena Lhoksukon kedepannya dalam mewujudkan visi, misi, tujuan, dan sasaran yang telah ditetapkan.

            Mekanisme penyusunan visi, misi, tujuan dan sasaran STIKes Getsempena mengacu kepada Undang-Undang RI Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Pendidkan Tinggi, Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi dan Surat Keputusan Ketua STIKes Nomor: 403/STIKes/Get-Lsk/VIII/2015dilaksanakan oleh tim perumus yang anggotanya terdiri dari dosen dan staf STIKes Getsempena Lhoksukon dengan cara mengumpulkan informasi dengan melibatkan stakeholders. Stakeholders Internal yang terlibat yaitu unsur pimpinan STIKes Getsempena, pengelola PS, dosen tetap, staf, mahasiswa. Sementara, Stakeholders Eksternal yang terlibat yaitu Pihak Rumah Sakit Cut Meutia (RSCM) Lhokseumawe, Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Aceh Utara, AIPNI, PPNI, AIPKIND, IBI, dan APTISI Aceh. Untuk mencapai cita-cita ini, maka STIKes Getsempena Lhoksukon menetapkan visi,misi, tujuan, dan sasaran dirancang berdasarkan beberapa pertimbangan yaitu:

  1. Visi, misi, tujuan dan sasaran yang ditetapkan, lahir berdasarkan analisis kondisi internal (strengthes dan weakness) dan eksternal (oppurtunities dan threats) STIKes Getsempena Lhoksukon serta pola pengembangan pendidikan tinggi.
  2. Statuta STIKes Getsempena Lhoksukon 2016 yang telah ditetapkan oleh SK Ketua Yayasan dengan Nomor: 010/YAPENA/III/2016 sebagai pedoman dasar dan acuan untuk penyelenggaraan pengembangan STIKes Getsempena, penyelenggaraan kegiatan fungsional dan sebagai rujukan untuk berbagai pengembangan dan prosedur operasional.